Hampa!!
yang menemaniku hanya hampa
aku tak kuasa berkata apa-apa
pun 'tuk sekedar ungkapkan satu kata :
Pahit...
sesuatu 'tlah berhasil membelengguku dalam eratnya rantai kematian
sesuatu 'tlah berhasil menjebakku dalam lingkaran maut...
aku akan mati!!
ya,
mati dalam kesepian hati
mati dalam angan tak bertepi
meski tuk bermimpi satu episode pun tak mampu lagi
kau rasakan jiwaku pedih
mulut ini meringis..
mata ini menangis...
tak ada lagi kah yang iba pada pengemis?
pada yang meminta belas kasih??
kemana hati merahmu?
kemana hati putihmu?
yang kulihat hanya gelap..
yang kudapat cuma hitam dan aku tersesat...
tersandung batu cadas hingga kakiku terluka
mengalir darah memerah
tak juga ada yang iba...
darah ini masih meluka dan mengalir....
yang kurasa hanya gigitan dan isapan yang terus menyedot..
hingga benar-benar putih tulangku terlihat.
Senin, 18 Januari 2010
Jumat, 04 Desember 2009
Saat Masa Itu Tlah Tiba Waktunya
Saat yang tak ada lagi kata-kata dusta
saat itu..hanya ada kebenaran yang taj dapat dipungkiri..
tangan kita..
'kan berucap apa yang telah kita buat
mulut kita..
'kan bertutur jujur tentang apa yang telah kita cakap
telinga kita..
'kan bersuara tentang apa yang telah kita tangkap
kaki kita..
'kan bersaksi tentang apa yang telah kita tuju
dan semua..
yang kini tak dapat berbicara
kelak 'kan bersaksi dengan segenap jujur bertutur pada Tuhan..
dan segala..
yang telah kita beri kebohongan padanya...
'kan menuntut sebuah kata jujur pada kita...
sanggupkah kita membayar hutang dusta saat semua inchi tubuh ini tak lagi bisa bersilat lidAH??
DAN hal-hal yang belum kita tepati janjinya...
saat penagihan itu akan datang dengan sepenuh tagih
saat itu..hanya ada kebenaran yang taj dapat dipungkiri..
tangan kita..
'kan berucap apa yang telah kita buat
mulut kita..
'kan bertutur jujur tentang apa yang telah kita cakap
telinga kita..
'kan bersuara tentang apa yang telah kita tangkap
kaki kita..
'kan bersaksi tentang apa yang telah kita tuju
dan semua..
yang kini tak dapat berbicara
kelak 'kan bersaksi dengan segenap jujur bertutur pada Tuhan..
dan segala..
yang telah kita beri kebohongan padanya...
'kan menuntut sebuah kata jujur pada kita...
sanggupkah kita membayar hutang dusta saat semua inchi tubuh ini tak lagi bisa bersilat lidAH??
DAN hal-hal yang belum kita tepati janjinya...
saat penagihan itu akan datang dengan sepenuh tagih
Rabu, 25 November 2009
RaSa yang TaK SemPurNa
Bagaimana
'tuk sempurnakan rasa cinta?
aku selalu bertanya pada diri ini
namun ia juga bingung_sama seperti akalku
Bagaimana caranya,
'tuk munculkan kesempurnaan kasih??
bagaimana caranya,
'tuk hadirkan ikhlas pada tiap rasa
hingga tak ada lagi kepura-puraan
sampai tak lagi ada jujur yang diomong kosongkan
beritahu aku apa rasa ini hampir sempurna??
bicara padaku apa yang kurang dalam adonan rasa yang kucipta??
katakan padaku apa yang bisa membuatmu bahagia..
beritahu aku
bicara padaku
katakan padaku...
'tuk sempurnakan rasa cinta?
aku selalu bertanya pada diri ini
namun ia juga bingung_sama seperti akalku
Bagaimana caranya,
'tuk munculkan kesempurnaan kasih??
bagaimana caranya,
'tuk hadirkan ikhlas pada tiap rasa
hingga tak ada lagi kepura-puraan
sampai tak lagi ada jujur yang diomong kosongkan
beritahu aku apa rasa ini hampir sempurna??
bicara padaku apa yang kurang dalam adonan rasa yang kucipta??
katakan padaku apa yang bisa membuatmu bahagia..
beritahu aku
bicara padaku
katakan padaku...
Kamis, 12 November 2009
"Padamu Kuharap Mpafhum"
Tolong,
dengarkan aku
meski lisan ini telah putus
Tolong,
dengarkan aku,
meski bibir ini tlah terkatup..
Tolong,
Dengarkan aku,
meski mulut ini tak mampu berkata lagi...
Tolong,
dan kumoHon
dengarkan aku sekali saja
untuk kata-kata yang tak sempat terucap pada hari ini
tolong,dengarkan aku dengan telinga ketigamu
agar kau tahu segala yang terpendam jauh dilubuk hatiku
Tolong,
dengarkan aku
meski lisan ini telah putus
Tolong,
dengarkan aku,
meski bibir ini tlah terkatup..
Tolong,
Dengarkan aku,
meski mulut ini tak mampu berkata lagi...
Tolong,
dan kumoHon
dengarkan aku sekali saja
untuk kata-kata yang tak sempat terucap pada hari ini
tolong,dengarkan aku dengan telinga ketigamu
agar kau tahu segala yang terpendam jauh dilubuk hatiku
RUMah Kita
Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan, tanpa lukisan
Beratap jerami, beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini punya kita, sendiri
Hanya alang alang pagar rumah kita
Tanya agamir, tanpa melati
Hanya bunga bakung tumbuh di halaman
Namun semua itu milik kita
Memang semua itu milik kita,sendiri
Haruskah kita beranjak ke kota
Yang penuh dengan tanya
Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita
Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita,rumah kita
Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita
Rumah kita
ada di sini
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita
Rumah kita
ada di sini
Entah mengapa saya sangat menyukai lagu ini...
mungkin ada yang sangat berharga didalamnya..kesannya indah...penuh rasa syukur...
apa yang ada memang patut disyukuri,
apa yang terjadi wajib disyukuri...
meski itu tak sesuai dengan apa yang kita mau...
Langganan:
Postingan (Atom)